TARAKAN, Headlinews.id – Sidak anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara ke SMK Negeri 4 Tarakan, Senin (2/3/2026), mengungkap ruang belajar sementara yang belum layak bagi puluhan siswa.
Wakil Ketua Komisi IV, Syamsuddin Arfah menekankan perlunya perencanaan pembangunan sekolah yang jelas dan berkelanjutan agar fasilitas belajar dapat mendukung proses pendidikan secara optimal.
Dalam kunjungan tersebut, Syamsuddin menyoroti sejumlah kekurangan fasilitas yang ditemukan. Menurutnya, plafon ruang kelas tidak ada, dinding dan lantai masih menggunakan material sementara, dan sekitar sepuluh kelas terlihat seperti ruang darurat atau gudang.
“Pertama plafon juga tidak ada, dinding dan yang sebagainya memang belum sesuai. Ini harus jelas,” ujarnya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera. itu menjelaskan kondisi ini menjadi perhatian serius karena SMK Negeri 4 memiliki jumlah siswa yang banyak dan program spesialisasi tertentu, terutama di bidang IT.
Menurut Syamsuddin, tanah dan fasilitas sekolah harus direncanakan dengan matang agar dapat menampung kebutuhan siswa secara layak.
“Tanah SMK 4 memang harus ada perencanaan jelas. Apalagi sekolah ini punya peminat banyak dan spesifikasi sendiri dari IT dan seterusnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, masalah ini juga terkait dengan anggaran pembangunan. Sebelumnya, sekolah sempat menolak DAK 2024, namun menyatakan siap menerima pada 2025.
Syamsuddin menegaskan perlunya koordinasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan pihak sekolah dalam perencanaan pembangunan bertahap atau multiyears.
“Kita harus duduk bersama, Disdik dengan pemerintah. Apakah DPRD melalui Komisi IV atau gabungan beberapa komisi, perencanaannya harus jelas setiap tahun dianggarkan berapa. Kalau tidak, akan sia-sia, pertama sayang lahannya, kedua sayang siswanya,” katanya.
Lebih jauh, Syamsuddin mengungkap kondisi ruang kelas saat ini, yang bersifat sementara, berdampak pada kenyamanan dan kualitas belajar siswa.
“Kalau menunggu setahun atau dua tahun, minimal plafon harus dipasang agar layak digunakan. Pembangunan sebaiknya dibuat jelas sejak awal agar siswa dan fasilitas sekolah terlindungi,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengawasan DPRD tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga fasilitas lain seperti WC, laboratorium, dan sarana pendukung belajar lainnya.
Syamsuddin menekankan, DPRD akan terus memantau pembangunan di SMK Negeri 4 agar penggunaan anggaran negara lebih optimal dan fasilitas sekolah dapat berfungsi sesuai tujuan.
“Ini baru ruang kelas, belum kita lihat WC dan fasilitas lain. Tapi perencanaan harus jelas supaya pembangunan dan pemanfaatan sekolah SMK 4 efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Selain itu, Syamsuddin juga menyoroti pentingnya kesepakatan dan koordinasi antar pihak terkait. Menurutnya, setiap langkah pembangunan harus memiliki komitmen jelas dari pemerintah dan DPRD agar tidak menimbulkan kebingungan di kemudian hari.
“Kita harus buat rencana yang jelas, minimal langkah-langkah perbaikan bisa dilakukan secara bertahap. Kalau menunggu selesai semua, siswa tetap terdampak. Jadi prioritas harus jelas,” tegasnya. (saf)








