TARAKAN, Headlinews.id – Pengawasan ketat terhadap makanan berbuka puasa dilakukan Pemerintah Kota Tarakan bersama Balai POM dengan menguji sampel takjil yang beredar di Pasar Ramadan Sebengkok, Selasa (3/3/2026).
Wali Kota Tarakan, Khairul hadir langsung memantau jalannya pemeriksaan bersama tim dari Balai POM Tarakan. Ia mengatakan pengawasan ini menjadi langkah antisipasi di tengah meningkatnya aktivitas jual beli makanan selama Ramadan.
“Setiap Ramadan peredaran makanan meningkat. Karena itu kita pastikan betul bahwa yang dijual kepada masyarakat aman dan layak konsumsi,” ujar Khairul.
Tim mengambil 20 sampel makanan dari sejumlah stan takjil untuk diuji menggunakan rapid test di lokasi. Pemeriksaan difokuskan pada kandungan formalin, boraks, rhodamin B, dan metanil yellow.
Khairul menegaskan, penggunaan zat tersebut pada makanan sangat berbahaya.
“Formalin dan boraks itu pengawet yang tidak diperuntukkan untuk makanan. Rhodamin B dan metanil yellow bahkan pewarna tekstil. Kalau dikonsumsi terus-menerus tentu berdampak pada kesehatan, bisa merusak organ seperti ginjal dan hati,” tegasnya.
Ia menyebut hasil uji cepat menunjukkan seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan aman.
“Alhamdulillah, dari 20 sampel yang diuji hari ini tidak ditemukan kandungan zat berbahaya. Ini menunjukkan pedagang kita cukup patuh terhadap aturan,” katanya.
Meski demikian, pengawasan tidak berhenti di Sebengkok. Pemerintah akan melakukan pemeriksaan serupa di Pasar Ramadan lainnya, termasuk kawasan Markoni dan titik keramaian lain.
“Kita ingin masyarakat merasa tenang saat membeli takjil. Ini bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk melindungi konsumen,” ujarnya.
Khairul juga mengingatkan para pelaku UMKM agar menjaga kualitas bahan baku dan kebersihan selama proses produksi.
“Silakan mencari rezeki di bulan Ramadan, tetapi keamanan pangan harus menjadi prioritas. Kepercayaan masyarakat itu modal utama,” tutupnya. (*)









