TARAKAN, Headlinews.id – Rangkaian pelayanan penerbangan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Bandara Juwata Tarakan berjalan sesuai rencana hingga penutupan Posko Angkutan Udara Nataru.
BLU Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Utama Juwata secara resmi menutup operasional posko setelah seluruh rangkaian pelayanan angkutan udara pada periode akhir tahun dapat dilaksanakan secara tertib dan terkoordinasi.
Kepala Bagian Keuangan dan Tata Usaha BLU Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata, Firmanto Kamal menyampaikan posko berperan sebagai pusat kendali pelayanan penerbangan, khususnya dalam pengawasan operasional, keselamatan, dan pelayanan penumpang.
“Posko ini menjadi sarana koordinasi untuk memastikan seluruh aktivitas penerbangan selama Natal dan Tahun Baru berjalan aman serta sesuai ketentuan,” ujar Firmanto, Selasa (6/1/2026).
Selama periode Nataru 2025/2026, Bandara Juwata melayani sebanyak 18.643 penumpang berangkat dan 16.776 penumpang datang. Pergerakan tersebut tercatat mengalami penyesuaian dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring pengaturan jadwal penerbangan oleh maskapai.
Firmanto menjelaskan, dari sisi pergerakan pesawat udara tercatat sebanyak 433 pergerakan, baik lepas landas maupun mendarat. Meski jumlah penerbangan mengalami penurunan, pengawasan operasional tetap dilakukan secara intensif.
“Pengendalian lalu lintas udara dan pelayanan ground handling tetap berjalan optimal agar keselamatan penerbangan tetap terjaga,” katanya.
Pada sektor angkutan barang, kargo datang melalui Bandara Juwata tercatat sebesar 316 ton. Sementara itu, kargo berangkat mencapai 251 ton dan menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
“Pergerakan kargo keluar masih cukup tinggi. Ini menandakan peran Bandara Juwata sebagai jalur distribusi logistik di Kalimantan Utara tetap berjalan,” jelas Firmanto.
Puncak arus keberangkatan tercatat pada 22 Desember 2025 dengan jumlah penumpang mencapai 1.283 orang. Adapun puncak arus kedatangan terjadi pada 4 Januari 2026 dengan jumlah penumpang datang sebanyak 1.246 orang.
Selama pelaksanaan posko, tidak ditemukan kejadian yang berdampak langsung terhadap keselamatan penerbangan. Beberapa penerbangan sempat mengalami keterlambatan akibat faktor cuaca dan teknis operasional pesawat.
“Keterlambatan dapat ditangani melalui manajemen delay, serta disertai penyampaian informasi kepada penumpang secara terbuka,” ujar Firmanto.
Ia menambahkan, kelancaran penyelenggaraan Posko Angkutan Udara Nataru tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara.
“Sinergi dengan TNI AU, Polri, pemerintah daerah, AirNav Indonesia, BMKG, Basarnas, Bea dan Cukai, Imigrasi, karantina, operator penerbangan, hingga mitra kerja lainnya berjalan dengan baik,” katanya.
Selain penutupan posko di tingkat bandara, BLU Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata juga mengikuti penutupan Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 secara daring sebagai bagian dari evaluasi nasional.
“Evaluasi ini menjadi bahan perbaikan ke depan agar kualitas pelayanan transportasi udara di Bandara Juwata terus meningkat,” tutup Firmanto. (*/saf)










