TARAKAN, Headlinews.id – Sejumlah kejadian kriminal dan kecelakaan lalu lintas sempat terjadi selama pelaksanaan Operasi Lilin Kayan 2025. Polres Tarakan memastikan seluruh rangkaian operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru tersebut tetap berlangsung aman dan terkendali hingga masa operasi berakhir.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Tarakan, AKP Jamzani menyebut secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Operasi Lilin berada dalam kondisi kondusif.
“Secara keseluruhan pelaksanaan Operasi Lilin Kayan berjalan terkendali. Ada beberapa kejadian seperti kecelakaan lalu lintas dan penganiayaan, tetapi semuanya dapat ditangani dengan cepat oleh jajaran,” kata AKP Jamzani.
Menurutnya, tujuan utama Operasi Lilin adalah mencegah terjadinya gangguan kamtibmas yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Dengan pengamanan terpadu, potensi kerawanan dapat ditekan selama momentum libur akhir tahun.
Salah satu kejadian menonjol selama masa operasi yakni kasus penganiayaan di Jalan Gajah Mada RT 22, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat. Selain itu, kasus serupa juga terjadi di kawasan Pantai Amal.
“Untuk kasus penganiayaan di kawasan Perikanan, pelaku sudah diamankan. Dua orang telah dilakukan penahanan dan satu orang masih dalam pencarian. Sebelumnya juga ada kasus lain dengan enam tersangka yang sudah ditahan,” jelasnya.
Usai berakhirnya Operasi Lilin Kayan 2025, Polres Tarakan tetap melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Langkah ini dilakukan karena arus mobilitas masyarakat masih terpantau tinggi, terutama pada akhir pekan.
“Setelah Operasi Lilin selesai, kami tetap melaksanakan KRYD. Arus pergerakan masyarakat masih terjadi, terutama di jalur transportasi laut,” ujarnya.
AKP Jamzani juga mengungkapkan kepadatan penumpang sempat terjadi di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. Kondisi tersebut dapat diantisipasi dengan pengaturan dan pengamanan terpadu, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
“Pelabuhan Tengkayu I sempat padat, tetapi situasi tetap aman dan terkendali. Tidak ada kejadian yang mengganggu arus penumpang,” katanya.
Sementara itu, pengamanan di pos-pos terpadu, baik di bandara maupun pelabuhan, dilaporkan berjalan tanpa gangguan berarti. Laporan yang diterima petugas sebagian besar berkaitan dengan barang penumpang yang tertinggal.
“Di pos pengamanan tidak ada kejadian menonjol. Kebanyakan laporan terkait barang tertinggal seperti koper atau tas, dan sebagian besar berhasil ditemukan serta dikembalikan kepada pemiliknya,” jelas AKP Jamzani.
Ia mengingatkan masyarakat agar segera melapor apabila mengalami kehilangan atau tertinggal barang, karena keterlambatan pelaporan dapat menyulitkan proses penelusuran oleh petugas.
Mengantisipasi gangguan kamtibmas lainnya, seperti penggunaan petasan dan kembang api, Polres Tarakan juga mengintensifkan patroli sejak sore hingga dini hari di sejumlah titik rawan.
“Patroli dilakukan secara persuasif. Apabila ditemukan masyarakat yang menyalakan petasan, petugas memberikan teguran lisan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas,” ujarnya.
Patroli KRYD juga difokuskan di kawasan permukiman dan ruas jalan utama seperti Perumnas dan Jalan Mulawarman. Hasil pemantauan menunjukkan situasi relatif aman dan terkendali.
AKP Jamzani mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi tindak pencurian yang kerap meningkat di awal tahun.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menjaga lingkungan masing-masing, sehingga potensi tindak kejahatan dapat dicegah sejak awal,” pungkasnya. (saf)










