TARAKAN, Headlinews.id— Sejumlah sekolah di Kota Tarakan hingga kini belum mendapatkan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski program tersebut telah berjalan di sebagian wilayah.
Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Simon Patino, menegaskan pihaknya meminta data rinci sekolah tingkat SD dan SMP yang sampai saat ini belum terintegrasi dalam program MBG.
Hal ini ia sampaikan saat rapat evaluasi Komisi II DPRD Kota Tarakan bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Koordinator Wilayah Pengawas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tarakan beberapa waktu lalu.
“Pertama, kami minta Dinas Pendidikan menyiapkan data SD dan SMP mana saja yang sampai hari ini belum menerima program MBG. Datanya harus jelas,” ujar Simon.
Menurutnya, kejelasan data menjadi langkah awal untuk memastikan pengawasan berjalan efektif sekaligus mendorong percepatan integrasi seluruh sekolah dalam program tersebut.
Dari hasil pertemuan, terungkap masih ada sejumlah sekolah yang belum terlayani, terutama di wilayah pesisir. Di antaranya kawasan Sumit Pantai, Karanganyar Pantai, Pasir Putih, Pantai Amal, hingga sebagian wilayah Tarakan Timur. Sementara untuk wilayah Tarakan Utara disebutkan sudah terintegrasi seluruhnya.
“Ini salah satu bentuk pengawasan kami. Tapi kita akui, ternyata memang masih ada sekolah yang sampai hari ini belum dilayani MBG,” katanya.
Salah satu contoh yang disebut adalah SD 028 yang belum menerima MBG karena belum tersedia dapur yang lokasinya dekat dengan sekolah tersebut.
Selain meminta data sekolah yang belum terlayani, Komisi II juga meminta Koordinator Wilayah SPPG menyerahkan data dapur yang telah ditunjuk sebagai mitra namun belum beroperasi.
“Kedua, dari koorwil SPPG saya minta dapur mana saja yang sudah ditunjuk tapi belum operasi. Ada berapa jumlahnya. Setelah datanya ada, akan kita panggil,” tegas Simon.
Ia menilai, keterlambatan operasional dapur menjadi salah satu faktor belum meratanya distribusi MBG ke seluruh sekolah. Mayoritas dapur yang belum berjalan disebut merupakan mitra swasta.
“Nanti setelah kita dapat datanya, kita akan pertanyakan apa masalah mereka sehingga sampai hari ini belum bisa beroperasi. Apakah kendala teknis, kesiapan, atau memang belum mampu,” ujarnya.
Simon juga menyoroti pentingnya kejelasan komunikasi antara SPPG dan Dinas Pendidikan, khususnya terkait sinkronisasi data dan formulasi teknis pelaksanaan program.
“Tadi saya minta sinkronisasi antara SPPG dan Dinas Pendidikan seperti apa. Ternyata sampai saat ini bentuk formulanya belum ada. Ini yang harus segera dikoordinasikan,” katanya.
Komisi II juga berencana melakukan uji petik ke lapangan untuk memastikan kondisi riil di sekolah. Beberapa sekolah yang direncanakan menjadi lokasi pengecekan di antaranya SMP Negeri 1 dan sekolah dasar yang belum terlayani.
“Besok kita rencana lakukan uji petik di beberapa sekolah. Kita ingin pastikan langsung di lapangan,” ujarnya.
Selain persoalan dapur, DPRD juga menyinggung ketersediaan tenaga ahli gizi yang menjadi salah satu syarat operasional dapur MBG. Berdasarkan informasi yang diterima, kekurangan tenaga ahli gizi menjadi salah satu kendala di beberapa mitra.
“Kalau memang kendalanya tidak ada ahli gizi, kita harus tahu. Apakah sudah diupayakan? Apakah memang tenaga ahli gizinya terbatas? Ini juga harus jelas supaya ada solusi,” tegasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihak SPPG disebut masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pusat terkait beberapa aspek pelaksanaan program, termasuk menjelang bulan Ramadan. Namun DPRD meminta agar pelayanan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sampai hari ini tidak ada perubahan dari pusat. Tapi kalau memang ada yang masih menunggu teknis, harus tetap ada kepastian di daerah. Anak-anak kita tidak boleh menunggu tanpa kejelasan,” katanya.
Simon menegaskan, prioritas utama Komisi II saat ini adalah memastikan seluruh sekolah yang belum menerima MBG segera terdata dan mendapatkan kepastian pelayanan.
“Kita akan kejar ini. Program ini untuk anak-anak kita. Jangan sampai ada yang tertinggal hanya karena persoalan koordinasi atau teknis. Kalau ada kendala, sampaikan terbuka supaya bisa kita selesaikan bersama,” pungkasnya. (saf)










