TARAKAN, Headlinews.id— Maraknya ayam beku yang beredar di pasar Tarakan dinilai berpotensi mematikan peternak lokal. Pemerintah Kota Tarakan menyiapkan langkah pengawasan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai izin.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menyusul keluhan pedagang ayam segar yang mengaku penjualannya menurun karena banyaknya ayam beku di pasaran.
Menurutnya, berdasarkan data yang diketahui pemerintah, distributor resmi ayam beku di Tarakan hanya berjumlah dua. Namun, izin yang diberikan bukan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.
“Setahu saya distributor resmi ada dua, dan izinnya itu untuk mendatangkan ayam beku tapi untuk distribusi ke luar, bukan untuk dijual di Tarakan,” kata Khairul.
Ia menjelaskan, produksi ayam ras di Tarakan selama ini mencukupi bahkan surplus. Sebagian hasil produksi juga dipasarkan ke luar daerah. Masuknya ayam beku ke pasar lokal dikhawatirkan akan mengganggu keseimbangan usaha peternak setempat.
“Produksi ayam ras kita cukup banyak, bahkan berlebihan dan kita juga jual ke luar. Kalau ayam beku dijual di sini, itu bisa mematikan peternak lokal,” ujarnya.
Selain berdampak pada penjualan pedagang ayam segar, kondisi tersebut dinilai dapat memicu persoalan harga dalam jangka panjang apabila produksi lokal menurun akibat kalah bersaing.
Persoalan ini, lanjutnya, telah dibahas dalam rapat sebelumnya dan akan ditindaklanjuti melalui pengawasan di lapangan.
“Akan ada pengawasan, mungkin razia untuk melihat peredaran ayam beku ini. Karena izinnya bukan untuk dijual di Tarakan,” tegasnya.
Meski demikian, ia memastikan kebutuhan masyarakat terhadap ayam menjelang hari besar keagamaan tetap terpenuhi dan stok secara umum dalam kondisi aman.
“Kebutuhan memang meningkat, tapi stok juga banyak. Yang kita jaga ini keseimbangannya supaya peternak lokal tetap terlindungi,” tutupnya. (saf)










