TARAKAN, Headlinews.id – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tarakan memastikan kesiapan pengawasan dan pelayanan dalam menghadapi lonjakan arus barang dan penumpang menjelang Idulfitri 1447 H.
Sejumlah strategi disiapkan, mulai dari penebalan personel hingga koordinasi keamanan lintas wilayah.
Kepala KPPBC TMP B Tarakan, Wahyu Budi Utomo, menyatakan bahwa pihaknya akan menambah sumber daya manusia (SDM) di titik-titik layanan guna mencegah terjadinya penumpukan atau stagnasi aktivitas di pelabuhan maupun bandara.
“Terkait dengan antisipasi lonjakan arus barang ini, kita mungkin menambah personel di lapangan maupun untuk pelayanan biar tidak terganggu dan tidak terjadi stagnasi. Kita juga bekerja sama dengan seluruh instansi yang ada,” ujar Wahyu.
Wahyu merincikan, penambahan personel tersebut bisa mencapai 50 persen dari kekuatan biasanya, untuk mencegah terjadinya stagnasi pelayanan. Penambahan personel tersebut dilakukan secara fleksibel sesuai kebutuhan di lapangan.
Jika dalam kondisi normal hanya disiagakan sekitar tiga petugas, maka pada periode puncak arus mudik ini jumlahnya akan ditingkatkan menjadi enam hingga tujuh orang per shift.
“Mungkin bisa 50 persen dari biasanya. Biasanya kan kita hanya tiga orang, nanti bisa mungkin enam atau tujuh orang,” tambahnya.
Mengenai pengawasan barang bawaan penumpang dari Tawau, Malaysia, Wahyu menegaskan saat ini aturan sudah berjalan tertib melalui pintu resmi.
Setiap penumpang diberikan kuota nilai barang tertentu yang wajib dilaporkan melalui dokumen resmi.
“Kalau untuk barang-barang Malaysia itu sudah ada pintunya. Di sana kan kalau yang dari Tawau mereka sudah pakai dokumen itu, kalau sekarang pakainya ‘All Indonesia’. Jadi satu orang diberikan kuota sebanyak 500 USD bagi semua jenis barang,” jelasnya.
Selain kesiapan personel, Bea Cukai Tarakan juga berencana menyiagakan anjing pelacak (K-9) untuk memperkuat deteksi barang terlarang.
Namun, operasional unit ini akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Bea Cukai Balikpapan sebagai pusat pangkalan unit tersebut.
“Anjing pelacak nanti kita koordinasi dengan Balikpapan, karena basenya kan di Balikpapan. Nanti kita lihat jadwal di Balikpapan karena mereka juga di sana siaga juga. Jadi kita sharing nanti dengan Balikpapan. Biasanya ada satu (unit),” pungkas Wahyu. (saf)










