TARAKAN, Headlinews.id – Pawai Kirab Ramadan 1447 Hijriah di Stadion Datu Adil, Sabtu (14/2/2026), menjadi ajang pembinaan karakter bagi pelajar sekaligus memperkuat kolaborasi pendidikan dan keagamaan di Kota Tarakan.
Ribuan pelajar dari berbagai sekolah bersama unsur masyarakat ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Selain sebagai syiar menyambut bulan suci, kirab dinilai sebagai sarana menanamkan nilai disiplin, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial sejak dini.
Pelaksanaan Kirab Ramadan 1447 H/2026 M ini juga menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi Islam, serta masyarakat.
Sepanjang rute kirab yang dimulai dari depan Kantor Imigrasi Kelas II Kota Tarakan hingga titik finis di Hotel Makmur dan halaman Masjid Al-Ma’arif, masyarakat tampak antusias memberikan dukungan kepada para peserta.
Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes. yang membuka kegiatan itu menegaskan, Ramadan bukan hanya peristiwa keagamaan tahunan, tetapi momentum membentuk kualitas pribadi generasi muda.
“Ramadan harus dimaknai sebagai proses pembentukan karakter. Melalui kegiatan seperti ini, pelajar belajar tertib, menghargai kebersamaan, dan mengekspresikan nilai-nilai keagamaan secara positif,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Kementerian Agama Kota Tarakan, serta Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara menunjukkan pentingnya sinergi dalam pembinaan generasi muda.
Menurutnya, kegiatan keagamaan yang terintegrasi dengan dunia pendidikan dapat memperkuat nilai moral di lingkungan sekolah.
“Pembinaan tidak cukup di ruang kelas. Kegiatan di ruang publik seperti kirab ini memberi pengalaman langsung kepada pelajar tentang arti kebersamaan dan tanggung jawab,” katanya.
Wali Kota juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia mengingatkan peserta agar menunjukkan sikap santun dan menjaga nama baik sekolah masing-masing.
“Jadikan kegiatan ini sebagai cerminan pelajar Tarakan yang disiplin dan menghormati aturan. Keselamatan dan ketertiban tetap menjadi prioritas selama kegiatan berlangsung,” tegasnya.
Melalui kirab Ramadan, pemerintah berharap tercipta suasana religius yang inklusif dan mempererat hubungan antarpelajar maupun masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi penguat tradisi positif yang terus berkembang setiap tahun menjelang Ramadan. (*)







