TARAKAN, Headlinews.id — Menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) lainnya, Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Kalimantan Utara meningkatkan pengawasan arus komoditas pangan.
Kepala Karantina Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud, menegaskan fokus utama saat ini berada pada pintu masuk utama untuk memastikan seluruh komoditas, baik hewan maupun pangan, memenuhi persyaratan karantina dan aman dikonsumsi masyarakat.
“Dalam Ramadan, pengawasan akan kami lakukan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum lainnya. Kami pastikan hewan kurban, mulai yang besar hingga kambing, masuk dalam kondisi memenuhi persyaratan karantina, bebas dari HPHK. Sekarang kan ada PMK yang sedang ramai, belum lagi virus Nipah yang jadi perhatian. Semua itu harus diwaspadai,” jelas Ichi.
Ia menambahkan, pengawasan tidak hanya menyasar hewan, tetapi juga produk pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat, termasuk ayam. Proses pengawasan meliputi kesehatan hewan, kelayakan konsumsi, dan keamanan mutu, termasuk menjaga rantai dingin.
“Beberapa hari lalu, tim kami menindak ayam yang dimasukkan melalui kantongan plastik, kurang setifikat karantina. Kami lakukan edukasi terlebih dahulu, karena volume masih kecil dan risikonya rendah. Tapi kalau volumenya besar atau risiko tinggi meningkat, tindakan langsung akan dilakukan,” ujarnya.
Ichi menekankan, SDM Karantina terbatas, sehingga pengawasan difokuskan pada pintu masuk resmi, baik pelabuhan maupun bandara, sementara pintu-pintu lain yang belum ditetapkan akan dipetakan untuk pengawasan ke depan.
“Konsen kami memang di pintu utama dulu. Sambil kami petakan pintu lain yang belum resmi, supaya pengawasan bisa merata,” tambahnya.
Selain pengawasan rutin, Karantina Kalimantan Utara juga turut serta dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tarakan, Senin (9/2/2026).
Pertemuan strategis ini dihadiri Wali Kota Tarakan, Khairul, dan instansi terkait, untuk menyelaraskan langkah lintas lembaga dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri.
“Karantina memiliki peran penting di pintu masuk dan keluarnya barang, baik melalui pelabuhan maupun bandara. Setiap komoditas yang masuk maupun keluar harus memenuhi persyaratan karantina, bebas dari hama dan penyakit, serta sesuai ketentuan yang berlaku. Percepatan layanan sertifikasi dan pemeriksaan menjadi langkah konkret agar distribusi lancar dan tidak memicu kelangkaan atau kenaikan harga,” tegas Ichi.
Wali Kota Tarakan, Khairul, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak mengingat posisi strategis Tarakan sebagai motor ekonomi daerah, yang menyumbang sekitar 40 persen PDRB Kalimantan Utara.
“Menghadapi potensi lonjakan harga menjelang hari besar, kita harus sinergi. Program cetak sawah perlu segera dilakukan, dan suplai komoditas lokal seperti kangkung dari petani harus dimaksimalkan,” kata Khairul. (rs/saf)







