TARAKAN, Headlinews.id – Jemaah umrah asal Kalimantan Utara dipastikan tetap aman meskipun konflik di Timur Tengah meningkat. Meski demikian, Pemerintah Indonesia tetap terus memantau proses pemberangkatan jamaah umrah hingga kepulangan, guna memastikan keselamatan selama perjalanan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tarakan, H. Asmawan mengatakan hingga saat ini pelaksanaan ibadah umrah masih berjalan normal tanpa kendala berarti.
“Selama menggunakan penerbangan langsung Indonesia–Jeddah atau Madinah, jemaah dalam kondisi aman dan tidak terdampak situasi konflik,” ujar Asmawan, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, rute penerbangan langsung menjadi faktor utama yang menjamin keamanan karena tidak melintasi wilayah yang berpotensi terdampak konflik. Sebaliknya, potensi gangguan justru lebih sering terjadi pada jemaah yang menggunakan paket umrah dengan tambahan perjalanan ke negara ketiga.
“Yang biasanya mengalami kendala itu jemaah yang mengambil paket ziarah, misalnya ke Turki atau Dubai. Karena harus transit, mereka berpotensi terdampak situasi di wilayah tersebut,” jelasnya.
Meski situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah terus berkembang, Pemerintah Arab Saudi, lanjut Asmawan, hingga kini tetap membuka akses bagi jemaah internasional, termasuk dari Indonesia.
“Pemerintah Arab Saudi tetap membuka layanan umrah seperti biasa, tidak ada penutupan akses,” tegasnya.
Selain itu, minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah terbilang tinggi. Berdasarkan data Kemenag Tarakan, jumlah jemaah asal Tarakan mencapai sekitar 200 hingga 300 orang setiap bulan.
Kondisi tersebut mendorong Kemenag Tarakan meningkatkan pengawasan terhadap biro perjalanan umrah. Pasalnya, belum seluruh travel secara aktif melaporkan data jemaah yang diberangkatkan.
“Kami mengimbau seluruh travel di Tarakan untuk proaktif melaporkan data jemaahnya. Ini penting agar jika terjadi kendala di luar negeri, kami bisa segera melakukan langkah antisipasi,” katanya.
Ia menambahkan, selama ini pendataan jemaah kerap baru terdeteksi saat pemeriksaan dokumen di bandara, sehingga koordinasi menjadi kurang optimal.
Sebagai gambaran, jemaah asal Kalimantan Utara yang baru kembali dari Tanah Suci dalam beberapa pekan terakhir juga dilaporkan dalam kondisi aman dan lancar.
“Beberapa waktu lalu ada jemaah dari Malinau yang sudah pulang. Mereka aman dan sempat transit di asrama haji sebelum melanjutkan perjalanan,” pungkas Asmawan. (saf)







