TARAKAN, Headlinews.id — Sorak sorai dan tawa anak-anak memeriahkan Lapangan Makodim 0907/Tarakan, Rabu (11/2/2026), saat lomba permainan tradisional digelar Persit KCK Cabang XIX Dim 0907/Tarakan dalam rangka peringatan HUT Persit ke-80.
Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan kembali permainan rakyat kepada generasi muda, tetapi juga membangun kebersamaan dan menumbuhkan nuansa kekeluargaan antara peserta dan pendamping.
Ketua Persit KCK Cabang XIX Dim 0907, Ny. Ningrum Danan Wisnubrata menjelaskan, lomba permainan tradisional sengaja digelar untuk mengajak anak-anak aktif bergerak dan belajar nilai sosial di tengah dominasi gawai dan dunia digital.
“Kami ingin anak-anak mengenal permainan khas Indonesia yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menyehatkan. Dari permainan ini, mereka belajar kerja sama, kejujuran, sportivitas, sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujar Ny. Ningrum.
Beragam lomba digelar, mulai dari ketangkasan anak hingga lompat tali. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap permainan, saling memberi semangat, dan menunjukkan keberanian. Gelak tawa dan sorak sorai pun pecah setiap kali peserta berhasil menyelesaikan tantangan dengan baik.
Para anggota Persit tampak mendampingi anak-anak dengan penuh perhatian, memastikan jalannya lomba lancar, sekaligus memberikan motivasi.
Kehadiran para pendamping menambah kehangatan suasana, menciptakan interaksi yang erat antara generasi muda dan senior organisasi.
“Kami mendampingi anak-anak bukan hanya untuk mengawasi, tetapi juga memberi semangat agar mereka berani mencoba dan belajar kebersamaan. Kebahagiaan mereka adalah prioritas kami,” kata salah satu anggota Persit yang terlibat langsung dalam kegiatan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba, diikuti sesi foto bersama seluruh peserta dan anggota Persit.
Ny. Ningrum menambahkan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Persit dalam pembentukan karakter anak, sekaligus mengenalkan budaya permainan tradisional yang sarat nilai edukatif.
“Melalui lomba ini, kami berharap anak-anak tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga belajar bekerja sama, menghargai teman, dan menanamkan nilai-nilai positif sejak dini. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi agar permainan tradisional tetap hidup di tengah modernisasi,” tutup Ny. Ningrum. (*)










