TARAKAN, Headlinews.id – Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di teras sebuah ruko di Jalan Slamet Riyadi, RT 07, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Minggu (15/2/2026) pagi.
Penemuan tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar yang biasa melihat korban beraktivitas di kawasan pertokoan itu.
Kapolsek Tarakan Barat, Ipda Niger Andian Bunga mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 08.00 WITA dan langsung menurunkan personel ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Begitu menerima informasi dari warga, anggota segera menuju tempat kejadian perkara untuk memastikan kondisi korban dan melakukan langkah awal penyelidikan,” ujarnya.
Dari hasil penelusuran awal, korban diketahui kerap berada di sekitar pertokoan tersebut dan sering beristirahat di depan ruko. Seorang saksi menyebut, sebelum ditemukan tidak bernyawa, korban terlihat terbaring dengan kondisi tubuh lemas.
“Keterangan saksi menyebutkan korban sebelumnya masih terlihat di sekitar lokasi. Saat dicek lebih dekat, korban sudah tidak merespons,” jelasnya.
Ketua RT setempat juga mengonfirmasi pria tersebut memang sering terlihat bekerja sebagai tukang parkir di sekitar kawasan pertokoan dan pasar Kampung Bugis.
Warga mengenalnya dengan panggilan Adi alias Aco, diperkirakan berusia sekitar 40 tahun, namun tidak diketahui memiliki identitas resmi maupun keluarga di Tarakan.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim dari Polres Tarakan. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr. H. Jusuf SK untuk dilakukan pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian.
“Hasil pemeriksaan awal dari tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Perkiraan waktu meninggal kurang dari delapan jam sebelum ditemukan,” ungkap Ipda Niger.
Berdasarkan analisis sementara, korban diduga meninggal akibat kondisi kesehatan yang menurun. Meski demikian, pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
“Kami masih mendalami keterangan saksi dan hasil medis. Sampai saat ini tidak ditemukan indikasi kekerasan, namun proses tetap berjalan sesuai prosedur,” tegasnya. (saf)








