TARAKAN, Headlinews.id – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Tarakan dimulai Jumat (13/2) untuk mendukung distribusi makanan bergizi bagi anak-anak dan balita.
Peresmian serentak nasional ini menandai keterlibatan kepolisian dalam program gizi yang dijalankan bersama masyarakat dan pihak terkait, bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan gudang pangan.
Kapolres Tarakan, AKBP Erwin Syaputra Manik menjelaskan, dapur SPPG Cabang Tarakan menjadi bagian dari upaya Polri mendukung pemenuhan gizi nasional dan memastikan standar kebersihan serta keamanan pangan terjaga.
“Kami mulai menyalurkan makanan bergizi bagi pelajar dan balita di wilayah Tarakan. Peresmian serentak ini menunjukkan komitmen Polri mendukung program nasional,” kata AKBP Erwin.
Bangunan dapur merupakan hasil renovasi dari aset yang sebelumnya milik PT Pertamina (Persero) dan Pemerintah Kota Tarakan. Saat ini proses pengalihan administrasi ke Kementerian Keuangan sedang berlangsung agar fasilitas ini menjadi aset resmi kepolisian.
Sejak beroperasi pekan lalu, dapur SPPG melayani secara bertahap. Pekan pertama, jumlah penerima berkisar 600–700 anak, dan pekan kedua meningkat menjadi 1.439 anak. Target jangka menengah mencapai 2.000–3.000 penerima manfaat.
“Penambahan penerima dilakukan bertahap sesuai kesiapan dapur dan prosedur yang ada. Kami juga melakukan pengawasan agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga,” terangnya.
Pengelolaan teknis dapur berada di bawah Kepala SPPG Polres Tarakan Yayasan Kemala Bhayangkari, Ayu Sri Ramadani. Saat ini, dapur melayani sembilan sekolah, terdiri dari dua SD, lima TK, satu SMP, dan satu SMA, serta empat posyandu.
“Untuk pekan kedua ini jumlah porsi mencapai 1.439. Penambahan sekolah, seperti SDN 015 dan SDN 010, direncanakan pekan berikutnya karena ada pembatasan dari pihak BGN,” kata Ayu.
Operasional dapur dibantu sekitar 40 tenaga kerja lokal. Distribusi makanan menggunakan satu mobil dan satu sepeda motor, didukung tambahan dua mobil dan satu sepeda motor dari pihak mitra. Pengiriman dilakukan hingga empat kali sehari, menyesuaikan lokasi sekolah dan jumlah penerima.
“Untuk kawasan yang berdekatan, pengiriman cukup satu kali. Fokus kami memastikan setiap anak menerima makanan bergizi tepat waktu dan sesuai jadwal,” tambah Ayu.
Program ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi tenaga lokal tentang tata kelola makanan bergizi dan higienis.
“Kami berharap dapur ini bisa terus beroperasi optimal, memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus melibatkan warga sekitar dalam program gizi nasional,” pungkasnya. (saf)









