TANA TIDUNG, Headlinews.id – Kabupaten Tana Tidung (KTT) kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia pendidikan nasional. Daerah berjuluk Bumi Upun Taka ini resmi menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang menuntaskan sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026 dengan capaian 100 persen.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KTT, Arman Jauhari, S.H., mengungkapkan apresiasi yang besar kepada seluruh kepala satuan pendidikan dan operator Dapodik, di setiap jenjang yang telah berupaya keras menuntaskan pengiriman data sebelum batas waktu yang ditetapkan.
“Capaian ini tentu tidak terlepas dari komitmen bersama. Kami sangat berterima kasih kepada para kepala sekolah dan operator yang bekerja maksimal,” ujarnya.
Prestasi ini juga merupakan buah dari program KTT Pintar: Satu Guru Satu Laptop dan Satu PAUD Dua Laptop yang sejak awal memang ditujukan untuk mendukung digitalisasi pendidikan,” imbuh Arman, Kamis (28/8/2025).
Arman menambahkan, selain dukungan sarana berupa perangkat teknologi, peningkatan kapasitas operator sekolah juga dilakukan secara berkesinambungan.
Pelatihan Dapodik rutin digelar setiap tahun agar operator semakin terampil dalam menggunakan aplikasi yang terus diperbarui secara berkala.
Menurutnya, Dapodik bukan sekadar aplikasi, tetapi menjadi sumber data resmi yang memiliki peran vital bagi sektor pendidikan.
Semua kebijakan, termasuk penyaluran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), sertifikasi guru, hingga bantuan lain yang bersumber dari APBN maupun APBD, sangat bergantung pada akurasi data dalam Dapodik.
“Kalau sinkronisasi tidak dilakukan dengan baik, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh sekolah. Penyaluran bantuan akan terhambat, begitu juga dengan program-program lain,” tuturnya.
“Capaian 100 persen ini menjadi bukti sekolah-sekolah di Tana Tidung punya kesadaran tinggi akan pentingnya data pendidikan,” tegas Arman.
Ia juga menekankan, pemerintah daerah akan terus mendorong agar kualitas data yang dikirim tidak hanya lengkap, tetapi juga valid dan bermutu.
Pasalnya, data Dapodik juga menjadi bahan analisis dalam pengambilan kebijakan di tingkat nasional, mulai dari perencanaan anggaran hingga pemerataan guru.
Memasuki tahun ajaran baru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI merilis aplikasi Dapodik versi 2026 pada 21 Juli 2025.
Aplikasi tersebut kembali mengalami pembaruan pada 12 Agustus 2025. Kemendikdasmen menetapkan tenggat sinkronisasi bagi seluruh satuan pendidikan di Indonesia hingga 31 Agustus 2025.
Namun, sebelum batas waktu itu tiba, Tana Tidung sudah lebih dulu menuntaskan proses sinkronisasi. Berdasarkan data laman resmi Dapodikdasmen, KTT tercatat menempati peringkat pertama dari 514 kabupaten/kota di Indonesia dengan capaian 100 persen.
Keberhasilan ini menambah daftar panjang prestasi pendidikan Tana Tidung di tingkat nasional. Tidak hanya menjadi kabupaten yang konsisten mengembangkan program digitalisasi pendidikan, tetapi juga berhasil membuktikan kerja sama lintas satuan pendidikan dapat melahirkan hasil nyata.
“Prestasi ini tentu menjadi motivasi bagi kami di Tana Tidung untuk terus berinovasi. Ke depan, kami berharap bisa menjadi contoh bagi daerah lain bahwa digitalisasi pendidikan bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar bisa diwujudkan dengan kerja bersama,” tutup Arman. (*/hr)