TANA TIDUNG, Headlinews.id – Setelah 12 hari dinyatakan hilang, anak buah kapal (ABK) speed boat Habibi Express rute Tarakan–KTT, Firman, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Selasa (31/3/2026) sekira pukul 10.00 WITA.
Kapolres Tana Tidung, AKBP Eko Nugroho menjelaskan korban ditemukan oleh motoris speed boat yang melintas di sekitar lokasi.
“Korban ditemukan oleh saudara Aldi, motoris speed boat yang saat itu dalam perjalanan menuju Tarakan. Ia melihat sesosok tubuh mengapung di sekitar Pulau Tempudus,” ujar Kapolres.
Penemuan tersebut bermula saat speed boat yang dikemudikan Aldi berangkat dari KTT menuju Tarakan sekitar pukul 09.30 WITA. Dalam perjalanan, ia melihat benda mencurigakan di perairan Sungai Sesayap. Setelah didekati, benda tersebut ternyata jasad manusia.
“Setelah didekati dan dilakukan pengecekan, diketahui bahwa jasad tersebut merupakan Firman, ABK speed boat Habibi Express yang sebelumnya dilaporkan jatuh dan tenggelam,” jelasnya.
Kapolres menyebutkan, identitas korban dipastikan berdasarkan kecocokan ciri fisik dan pakaian terakhir yang dikenakan saat kejadian.
“Dari hasil identifikasi, ciri-ciri tubuh dan pakaian yang dikenakan korban sesuai dengan laporan saat korban terjatuh beberapa waktu lalu,” katanya.
Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Ahmad Brahim untuk dilakukan visum et repertum serta pembersihan.
“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi tubuh korban sudah mengalami pembengkakan akibat proses dekomposisi. Tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia,” ungkap Kapolres.
Setelah proses visum selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sebelum dimakamkan, jenazah dishalatkan di Masjid Al-Jihad.
Dengan ditemukannya korban, proses pencarian yang berlangsung selama hampir dua pekan akhirnya berakhir. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi air, untuk tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di perairan.
“Jenazah selanjutnya dibawa ke TPU Desa Tideng Pale Timur untuk dimakamkan oleh pihak keluarga,” tambahnya. (saf)










