TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Sebanyak 23.006 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) pemerintah pusat senilai total Rp20,7 miliar.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Rahman menyebut penyaluran bantuan sosial ini berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi masyarakat.
Program BLT ini merupakan kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Setiap KPM menerima Rp300.000 per bulan untuk periode Oktober, November, dan Desember 2025, sehingga total dana yang dicairkan sekaligus mencapai Rp900.000 per KPM. Kota Tarakan memiliki 10.327 KPM, sedangkan Kabupaten Nunukan sebanyak 12.679 KPM.
Rahman mengatakan, mekanisme distribusi yang dijalankan melalui PT Pos Indonesia terbukti efektif. Mulai dari verifikasi identitas, antrean teratur, hingga penyerahan langsung kepada masyarakat, semua berjalan sesuai prosedur.
Ia menilai kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Kantor Pos menjadi faktor kunci keberhasilan program ini.
“Sejauh ini, penyaluran BLT berlangsung lancar. Prosedurnya jelas, masyarakat menerima bantuan langsung, dan alurnya mudah dipantau. Bantuan ini sangat membantu keluarga penerima dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang akhir tahun,” ujar Rahman.
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kalimantan Utara ini juga menambahkan, keberhasilan distribusi BLT bergantung pada pendataan yang akurat dan sistem pemantauan di lapangan.
Mekanisme ini memudahkan pemerintah untuk memastikan bantuan sampai ke KPM yang tepat, termasuk di daerah pedalaman dan perbatasan yang aksesnya lebih sulit.
“Program ini bukan hanya soal nominal bantuan, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan langsung. Ketika sistem dijaga dengan baik, bantuan tunai dapat memberikan dampak nyata bagi keluarga berpenghasilan rendah,” jelasnya.
Rahman menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Kantor Pos. Tanpa koordinasi yang baik, ia menilai, distribusi bantuan berpotensi terhambat, atau sebagian KPM tidak menerima haknya secara penuh.
Selain itu, Rahman menyebut BLT yang berhasil disalurkan juga membantu stabilitas ekonomi rumah tangga. Dengan adanya tambahan dana tunai, masyarakat mampu menutupi kebutuhan pokok, membeli bahan pangan, dan mendukung pendidikan anak-anak mereka.
Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan angka kemiskinan di Kalimantan Utara.
Komisi IV DPRD Kaltara, lanjut Rahman, akan terus memantau program ini dan memastikan jalannya mekanisme penyaluran tetap optimal pada periode berikutnya.
“Kami berharap pola distribusi yang sudah baik ini dipertahankan dan disempurnakan. Dengan begitu, manfaat BLT dapat terus dirasakan oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. (*/rn)










