TANJUNG SELOR, Headlinews.id — Seminar dan kegiatan pendidikan kader partai politik berisiko terbatas akibat alokasi dana hibah yang minim.
H. Hamka S. IP anggota DPRD Kalimantan Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, menekankan pentingnya penambahan anggaran agar partai politik dapat menjalankan fungsinya menyiapkan kader dan pemimpin masa depan.
Menurut Hamka, hibah ke partai politik sejatinya bertujuan mendukung pendidikan kader, terutama terkait pemahaman kebangsaan dan wawasan politik.
“Danah hibah ke parpol itu memang sesuai kemampuan daerah. Tapi untuk pendidikan kader, untuk pemahaman terhadap kebangsaan, ini harus ada alokasinya,” ujarnya.
Hamka menambahkan, kegiatan seperti seminar kader, pelatihan kepemimpinan, dan program edukasi politik bagi generasi milenial memerlukan biaya tambahan.
“Supaya tahu seperti yang menjawab peringkat negara, bagaimana kondisi politik dan kebangsaan kita. Sebelumnya memang dana hibah ada, tetapi perlu ditambah,” katanya.
Politikus PDI Perjuangan ini berharap pemerintah provinsi dapat menyesuaikan anggaran, terutama jika kondisi keuangan daerah memungkinkan.
“Harapannya dari pemerintah untuk anggarannya bisa terakomodir. Tapi kembali kepada pemerintah provinsi, kalau memang keuangan daerah mampu, ya kami berharap ditambah. Saat ini memang ada defisit, tapi kami optimis ini bisa berhasil,” jelas Hamka.
H. Hamka juga menekankan pentingnya keberlanjutan program pendidikan kader agar partai politik dapat menyiapkan generasi pemimpin yang memiliki kapasitas dan pemahaman yang baik.
Menurutnya, alokasi dana yang memadai akan mendorong kualitas program, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik kepemimpinan dan pengelolaan organisasi politik.
Dengan penambahan dana hibah yang realistis, DPRD Kaltara menilai partai politik akan lebih leluasa melaksanakan program pendidikan kader, termasuk melibatkan generasi muda dan anggota baru.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat demokrasi lokal serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik di Kalimantan Utara.
“Kami berharap pemerintah provinsi dapat menyesuaikan anggaran hibah, sehingga partai politik bisa menyelenggarakan pendidikan kader secara optimal. Ini penting agar generasi pemimpin berikutnya memiliki kapasitas dan wawasan yang memadai,” harapnya. (*/saf)










