SAMARINDA, Headlinews.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan sektor pariwisata akan tetap bergerak meski APBD 2026 diprediksi terpangkas hingga Rp6 triliun.
Upaya ini dilakukan agar program prioritas Jospol yang digagas Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji tetap terlaksana dengan baik.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan pemangkasan anggaran memang menjadi tantangan signifikan.
Namun, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar pelaksanaan program desa wisata dan kegiatan prioritas lain tidak terganggu.
“Tekanan anggaran cukup besar, tapi sektor pariwisata tidak boleh berhenti. Fokus utama saat ini adalah memastikan program Jospol tetap berjalan sesuai target. Kami menyiapkan langkah-langkah internal untuk menjaga kontinuitas kegiatan,” ujar Ririn, Sabtu (15/11/2025).
Menurut Ririn, strategi tersebut mencakup penyesuaian alokasi anggaran, penyusunan prioritas kegiatan, serta koordinasi lintas perangkat daerah.
Ia menekankan, menjaga program prioritas tetap berjalan menjadi upaya penting untuk mempertahankan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Meski ada pengurangan anggaran, kami memastikan program desa wisata, pelatihan SDM, dan kegiatan promosi tetap terlaksana. Pemerintah daerah berupaya fleksibel dalam merencanakan program agar dampak pemangkasan seminimal mungkin,” jelas Ririn.
Dia menambahkan, optimisme menjadi kunci menghadapi tekanan fiskal. Pemerintah daerah tetap bertekad menjaga pertumbuhan sektor pariwisata dan mengantisipasi setiap risiko yang muncul akibat pengurangan anggaran.
“Kondisi anggaran memang menantang, tetapi fokus kami adalah menjaga prioritas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sektor pariwisata memiliki peran strategis bagi ekonomi Kaltim, sehingga kegiatan ini tetap berjalan,” pungkas Ririn. (Adv/Diskominfo Kaltim)










