JAKARTA, Headlinews.id— Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan memastikan sebanyak 257 bandar udara di seluruh Indonesia siap melayani angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kesiapan tersebut dipastikan melalui inspeksi operasional yang dilakukan secara serentak oleh inspektur pusat dan daerah.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menjelaskan, inspeksi dilakukan untuk menjamin aspek keselamatan, keamanan, serta kelancaran operasional penerbangan selama periode libur akhir tahun yang diperkirakan mengalami peningkatan trafik penumpang.
“Inspeksi ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh bandar udara siap menghadapi lonjakan pergerakan penumpang pada masa angkutan Nataru,” ujar Lukman, Kamis (11/12/2025).
Ia merinci, inspektur Bandar Udara kantor pusat melakukan pemeriksaan di 12 bandar udara, antara lain Bandara Husein Sastranegara, Binaka, Morowali, Adi Sutjipto, Kalimarau, Sultan Babullah, hingga H. Asan Sampit.
Sementara itu, 245 bandar udara lainnya diperiksa oleh inspektur pada Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) wilayah I hingga X sesuai area kerja masing-masing.
Menurut Lukman, fokus utama inspeksi mencakup sisi udara, seperti runway, taxiway, apron, alat bantu visual penerbangan, sistem kelistrikan, layanan darurat, hingga kondisi drainase.
Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan pada sisi darat, khususnya terminal penumpang dan kesiapan personel operasional.
“Seluruh hasil inspeksi akan direkap dan disampaikan kepada Direktur Bandar Udara serta Kepala Kantor OBU untuk segera ditindaklanjuti oleh penyelenggara bandar udara,” jelasnya.
Ia menegaskan, tindak lanjut atas hasil inspeksi menjadi kunci agar seluruh aktivitas penerbangan selama periode Natal dan Tahun Baru dapat berjalan aman, selamat, dan lancar.
Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan bencana alam, Ditjen Hubud juga mengeluarkan sejumlah arahan kepada seluruh pemangku kepentingan penerbangan.
Diantaranya peningkatan kewaspadaan operasional, penyampaian informasi cuaca dan kondisi runway kepada pilot, serta pengawasan rutin terhadap potensi bahaya di landasan pacu.
“Koordinasi lintas instansi harus diperkuat, terutama dalam penanganan keadaan darurat akibat cuaca ekstrem atau bencana alam,” tegas Lukman.
Ia berharap, penyelenggaraan angkutan udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan udara dengan rasa aman dan pelayanan yang optimal,” pungkasnya. (*)










