SAMARINDA, Headlinews.id – Cadangan beras di Kalimantan Timur terus ditambah melalui penyerapan gabah petani lokal. Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim–Kaltara) menggandeng mitra penggilingan di sejumlah daerah untuk mengolah gabah tersebut sebelum diserap menjadi beras dan disimpan di gudang Bulog.
Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) Bulog Kanwil Kaltim–Kaltara, Mardi Harianto menyebut kebijakan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan potensi produksi petani sekaligus menjaga ketersediaan beras di daerah.
“Bulog berupaya memaksimalkan gabah dari petani lokal. Gabah yang kami serap akan diproses melalui mitra penggilingan di daerah, lalu berasnya menjadi bagian dari cadangan yang kami kelola,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mekanisme tersebut tidak hanya berfungsi menambah stok beras, tetapi juga memberi ruang bagi hasil panen petani agar dapat terserap pasar.
“Dengan penyerapan ini, hasil panen petani tidak hanya beredar di pasar lokal, tetapi juga bisa masuk ke cadangan pangan pemerintah yang dikelola Bulog,” kata Mardi.
Selain dari produksi lokal, Bulog juga tetap mendatangkan pasokan dari daerah produsen untuk menjaga kecukupan stok. Saat ini tercatat sekitar 17.000 ton beras dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur sedang dalam proses pengiriman menuju Kalimantan Timur.
“Pasokan dari luar daerah tetap berjalan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan beras di wilayah Kaltim dan Kaltara,” jelasnya.
Berdasarkan catatan Bulog, stok beras yang saat ini tersimpan di gudang wilayah Kalimantan Timur mencapai sekitar 17.676 ton. Jumlah tersebut dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
“Dengan cadangan yang ada sekarang, kebutuhan beras masyarakat masih bisa terpenuhi untuk beberapa waktu ke depan,” tuturnya.
Bulog memperkirakan jumlah stok tersebut akan terus bertambah seiring masuknya pasokan baru serta penyerapan gabah dari petani lokal. Pada pertengahan tahun, cadangan beras di wilayah Kaltim diproyeksikan dapat mencapai sekitar 34 ribu ton.
Di samping beras medium, Bulog juga menyiapkan sejumlah komoditas pangan lain sebagai bagian dari cadangan logistik. Komoditas tersebut antara lain beras premium sekitar 566 ton, beras Fortivit sekitar 4 ton, jagung sekitar 194 ton, serta gula sekitar 118 ton.
Untuk minyak goreng, Bulog memiliki stok Minyakita sekitar 175 ribu liter serta minyak goreng merek Bulog lainnya sekitar 122 ribu liter. Selain itu, tersedia pula cadangan daging sapi sekitar 14 ton.
“Seluruh stok pangan tersebut kami siapkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri,” pungkasnya. (*/saf)







