TARAKAN, Headlinews.id– Kesempatan emas menghampiri cabang olahraga sepaktakraw Kalimantan Utara. Atlet putri asal Kota Tarakan, Evi Emriana, mendapat panggilan mengikuti seleksi nasional pembentukan tim Indonesia untuk persiapan Asian Games 2025.
Seleksi digelar di Jakarta pada 10–14 Februari 2026. Selama empat hari, para peserta menjalani serangkaian pengujian, mulai dari tes kebugaran, kemampuan teknik, hingga evaluasi strategi permainan yang dipantau langsung tim pelatih nasional.
Keikutsertaan Evi menjadi catatan penting bagi perkembangan sepaktakraw Kaltara. Untuk pertama kalinya, atlet putri dari provinsi tersebut berpeluang menembus skuad menuju ajang multievent terbesar di Asia.
Sekretaris PSTI Kaltara, Kurnadi, menilai pemanggilan itu sebagai hasil dari proses pembinaan yang terus berjalan di daerah.
“Ini kesempatan besar bagi atlet kami. Artinya, kerja keras selama ini mulai terlihat hasilnya dan atlet Kaltara mendapat perhatian di tingkat nasional,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, pemilihan peserta seleksi didasarkan pada penilaian kemampuan individu. Evi, yang berusia 24 tahun, dinilai memenuhi standar dari sisi teknik, pengalaman bertanding, dan konsistensi performa.
“Parameter yang dilihat jelas, mulai dari teknik dasar, daya tahan, sampai pengalaman kompetisi. Dari evaluasi tersebut, Evi dinilai layak bersaing,” katanya.
Selama ini Evi turun di nomor regu dan telah tampil di berbagai kejuaraan, seperti Pra-PON, PON, dan kejuaraan nasional. Pengalaman tersebut menjadi bekal menghadapi persaingan yang diikuti sekitar 30 atlet dari berbagai provinsi.
Komposisi akhir tim nasional masih menunggu penetapan kuota dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dari seluruh peserta, hanya sekitar 15 hingga 18 atlet yang akan dipilih memperkuat tim inti.
“Keputusan akhir sepenuhnya menjadi kewenangan pelatih nasional dan tim seleksi. Kami di daerah fokus memberikan dukungan agar dia tampil maksimal,” jelas Kurnadi.
Ia mengakui, secara capaian tim, Kaltara memang belum termasuk daerah unggulan di cabang sepaktakraw. Namun dari sisi kualitas perorangan, peluang tetap terbuka.
“Kalau melihat kemampuan individu, saya optimistis dia bisa bersaing. Mental dan tekniknya cukup untuk menghadapi atlet dari provinsi lain,” tegasnya.
Kurnadi berharap langkah Evi mampu memotivasi atlet muda di Kaltara untuk terus meningkatkan kualitas diri dan berani bersaing di level nasional.
“Harapannya tentu bisa lolos dan membawa nama daerah di ajang internasional. Itu akan menjadi pencapaian penting bagi sepaktakraw Kaltara,” pungkasnya. (saf)









