BALIKPAPAN,Headlinews.id– Sistem pengelolaan sampah menggunakan sistem Material Recovery Facility (MRF) di Kelurahan Gunung Bahagia, Kota Balikpapan beroperasi dibawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan.
Sistem yang berjalan efektif sejak mulai beroperasi pada tahun 2016, menjadi contoh praktik pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat yang patut diapresiasi. Serta menunjukkan komitmen Kelurahan Gunung Bahagia dalam menjaga lingkungan.
“Pengambilan sampah dilakukan langsung dari sumbernya, yakni di titik-titik ET (Environmental Terminal), yang terbagi dalam empat zona,” ujar Rasman, Supervisor MRF Gunung Bahagia.
Ia mengungkapkan, setiap pagi sekira pukul 08.30 Wita, petugas mengumpulkan sampah dari berbagai sumber dan langsung mengangkutnya ke MRF. Di fasilitas ini, sampah dari seluruh RT di Kelurahan Gunung Bahagia yang terdiri dari 58 RT tersebut dikumpulkan dan dipilah.
Selanjutnya dilakukan proses pemilahan menggunakan mesin konveyor. Sampah organik dan non-organik dipisahkan, dengan bantuan ibu-ibu pekerja yang telah ditempatkan pada masing-masing titik pemilahan.
“Sampah non-organik seperti botol plastik, gelas, dan logam dipilah dan dikumpulkan untuk didaur ulang. Setiap harinya, dari proses pemilahan ini kita mendapatkan sekitar 200 hingga 250 kilogram sampah non-organik,” jelasnya.
Menariknya, dalam proses pemilahan, petugas kadang menemukan barang-barang tak terduga seperti telepon genggam yang terbawa dalam tumpukan sampah. Namun, sebagian besar sudah dalam kondisi rusak dan tidak bisa digunakan kembali.
Sedangkan sampah residu yang tidak dapat didaur ulang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sementara hasil pemilahan dikumpulkan dan dijual ke pengepul setiap bulannya.
Dari penjualan tersebut, MRF bisa menghasilkan sekitar 5 ton sampah daur ulang dan memperoleh pemasukan sekitar Rp8 juta hingga Rp9 juta per bulan. Seluruhnya kemudian disetor ke kas daerah.
“Kalau total sampah yang masuk bisa mencapai sekitar 8 ton per hari dari seluruh wilayah kelurahan. Tapi, ada sekitar 5 ton sampah yang bisa didaur ulang dan mendapatkan pemasukan,” imbuhnya.
Ia juga menyebutkan MRF Gunung Bahagia memiliki total 26 tenaga kerja, termasuk tiga orang petugas keamanan. Seluruh Gaji dan operasional para tenaga kerja dan petugas keamanan tersebut ditanggung oleh DLH.
“Sejauh ini, operasional berjalan lancar. Kalau ada kekurangan alat, kita tinggal ajukan ke kantor. Tapi, rencananya tahun ini bangunan yang merupakan bekas pasar burung ini akan direnovasi agar lebih optimal lagi,” pungkasnya. (*)










