BALIKPAPAN, Headlinews.id – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan terus mengintensifkan upaya penanganan banjir di kawasan Jalan MT Haryono. Kawasan tersebut kerap menjadi langganan genangan saat hujan deras, sehingga perlu penanganan serius.
Saat ini, pengerjaan difokuskan pada pelebaran saluran air agar mampu menampung debit lebih besar. Hal itu disampaikan Kabid Sumber Daya Air (SDA) PU Balikpapan, Jen Supriyanto, saat diwawancarai di kantornya, Rabu (27/8/2025).
Menurut Jen, salah satu titik yang paling parah terdampak genangan berada di sekitar Jalan Asnawi Arbain, yang lebih dikenal masyarakat sebagai kawasan BJBJ. Kondisi ini, kata dia, tidak lepas dari perkembangan pembangunan di Balikpapan Baru.
Maraknya pembukaan lahan dan pembangunan perumahan membuat sedimentasi terus menumpuk di saluran air.
“Sedimentasi terus menumpuk akibat pembukaan lahan. Mau kita keruk berapa kali pun, pasti akan kembali menumpuk,” ujarnya.
Selain faktor sedimentasi, penyempitan saluran di beberapa titik juga ikut memperburuk kondisi. Jen mencontohkan, di bagian ujung saluran antara kawasan Beler hingga sebelum jembatan, banyak titik yang mengalami penyempitan. Akibatnya, aliran air tidak lancar dan akhirnya tertahan.
“Ujung saluran di sekitar Beler hingga sebelum jembatan banyak yang mengalami penyempitan. Air akhirnya tertahan di situ,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa banjir di kawasan MT Haryono relatif tidak terlalu tinggi dibandingkan titik-titik lain di Balikpapan.
“Rata-rata genangan hanya 30–40 sentimeter. Mobil masih bisa lewat, hanya saja masyarakat kadang khawatir melihat air menggenang. Yang penting, genangan cepat surut begitu hujan reda,” tambahnya.
Untuk memastikan permasalahan ini bisa berkurang secara signifikan, PU Balikpapan tidak hanya melakukan pelebaran saluran di titik tertentu, tetapi juga menyiapkan program normalisasi secara menyeluruh.
Salah satu fokusnya adalah normalisasi saluran mulai dari Jembatan Zurich hingga kawasan BSB. Langkah ini diyakini mampu memperlancar aliran air menuju laut, sehingga tidak lagi menumpuk di badan jalan.
Pelebaran dan normalisasi ini dirancang dengan pendekatan bertahap, menyesuaikan kondisi lapangan serta ketersediaan anggaran.
Menurut Jen, strategi ini dilakukan dari hulu ke hilir agar perbaikan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Pelebaran dan normalisasi ini memang bertahap. Kami benahi dari hulu ke hilir agar dampaknya bisa dirasakan masyarakat. Harapannya, genangan di MT Haryono bisa semakin berkurang,” tutup Jen.
Dengan adanya langkah tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan optimistis permasalahan banjir di jalur utama MT Haryono dapat teratasi secara bertahap.
Meski tantangan sedimentasi masih terus terjadi, pemerintah berharap masyarakat bisa melihat perubahan positif seiring dengan perbaikan sistem drainase dan pelebaran saluran yang kini sedang dikerjakan.