BALIKPAPAN, Headlinews.id – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia menunjukkan tren kenaikan tajam dalam dua bulan terakhir.
Berdasarkan catatan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), jumlah kasus hingga 14 Juni 2025 mencapai 11.385. Namun, per 24 Agustus, angka itu melonjak menjadi 19.535 kasus.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena dalam rentang waktu singkat terjadi penambahan lebih dari delapan ribu kasus.
“Ini alarm bagi kita semua. Tidak cukup hanya dicatat sebagai angka, tetapi harus segera dicarikan solusi bersama,” tegasnya saat menghadiri peresmian Ruang Bersama Indonesia di Taman Bekapai, Balikpapan, Jumat (29/8).
Ia menegaskan, pemerintah telah meluncurkan program Ruang Bersama Indonesia sebagai langkah konkret untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.
Program ini diharapkan menjadi wadah bersama yang melibatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga komunitas di tingkat desa dan kelurahan.
“Persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa ditangani parsial. Harus melibatkan semua pihak, dari pusat sampai akar rumput, agar solusi yang diberikan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain aspek perlindungan, Menteri PPPA juga menyinggung pentingnya peran keluarga dalam mencegah kerentanan anak terhadap kekerasan maupun dampak negatif lainnya.
Salah satunya adalah kecenderungan anak terlalu bergantung pada gawai. Ia menilai, selain prestasi akademik, orang tua harus kembali menguatkan pendidikan agama, akhlak, dan budi pekerti.
“Orang tua jangan hanya bangga pada nilai akademik anak. Fondasi utama adalah agama, akhlakul karimah, dan karakter yang kuat. Itu bekal penting untuk menghadapi masa depan,” katanya.
Dengan penguatan keluarga dan lingkungan sosial, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia.
Pesan ini sekaligus menjadi ajakan bagi masyarakat agar lebih peduli mendampingi tumbuh kembang anak.
“Sekarang waktunya kita bersama-sama menguatkan anak-anak dan perempuan kita. Mereka adalah pilar bangsa. Kalau kuat secara moral dan spiritual, Indonesia akan lebih siap menyongsong masa depan,” tutupnya. (*)