SAMARINDA, Headlinews.id – Ancaman Superflu mulai menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menyusul laporan Kementerian Kesehatan RI terkait masuknya varian baru influenza tersebut ke Indonesia sejak akhir Desember 2025.
Hingga awal Januari 2026, Dinkes Kaltim memastikan belum ditemukan kasus Superflu di wilayah Benua Etam. Meski demikian, langkah kesiapsiagaan diperkuat untuk mengantisipasi potensi masuknya penyakit tersebut seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pascalibur panjang.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengatakan kewaspadaan dini menjadi langkah penting agar penyebaran penyakit dapat dicegah sejak awal, khususnya melalui pemantauan kondisi kesehatan masyarakat.
“Situasi di Kaltim masih aman, tetapi kewaspadaan harus ditingkatkan. Pencegahan selalu lebih baik dibandingkan penanganan ketika kasus sudah terjadi,” ujar Jaya Mualimin, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, Superflu memiliki karakteristik yang mirip dengan influenza pada umumnya, namun dengan gejala yang lebih berat dan waktu pemulihan yang lebih lama. Kondisi ini berpotensi menurunkan daya tahan tubuh jika tidak ditangani dengan cepat.
“Gejalanya bisa berupa demam tinggi, batuk, pilek, hingga nyeri tenggorokan yang berlangsung cukup lama. Jika flu biasa membaik dalam hitungan hari, Superflu dapat bertahan lebih dari dua minggu,” jelasnya.
Dinkes Kaltim secara khusus mengingatkan masyarakat yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan setibanya di daerah. Deteksi dini dinilai krusial untuk memutus potensi rantai penularan.
“Bagi warga yang baru bepergian dari luar negeri dan merasakan keluhan flu, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunda, karena penanganan cepat sangat menentukan,” tegas Jaya.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Pemerintah memastikan seluruh perkembangan akan disampaikan secara resmi melalui saluran yang dapat dipercaya.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik. Jaga kebersihan diri, perkuat imun dengan asupan gizi seimbang, cukup istirahat, dan gunakan masker bila merasa kurang sehat,” pungkasnya.
Dinas Kesehatan Kalimantan Timur menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI serta memperkuat pemantauan kesehatan guna memastikan wilayah Kaltim tetap aman dari ancaman Superflu. (*)










