TARAKAN, Headlinews.id – Transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah mulai diperkuat Pemerintah Kota Tarakan melalui penerapan SP2D Online, E-Catalog versi 6, dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD).
Langkah ini disampaikan Wali Kota Tarakan, Khairul saat membuka sosialisasi sistem tersebut yang diikuti bendahara pengeluaran organisasi perangkat daerah (OPD), Senin (30/3/2026).
Dalam kegiatan itu, Khairul menyoroti pentingnya kesiapan aparatur dalam menghadapi perubahan sistem berbasis elektronik, terutama dalam menjaga keamanan data dan efektivitas proses administrasi.
“Digitalisasi memang mempercepat proses dan membuat lebih transparan, tetapi aspek keamanan tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penerapan sistem digital tanpa penguatan pengamanan berpotensi menimbulkan risiko baru, terutama terkait kebocoran data.
“Kita harus pastikan ada langkah antisipatif. Jangan sampai sistem sudah digital, tetapi justru membuka celah kebocoran data,” katanya.
Selain itu, Khairul juga menyinggung mekanisme verifikasi dalam pengelolaan keuangan yang dinilai perlu disederhanakan agar tidak memperlambat proses.
“Verifikasi jangan terlalu panjang dan tidak perlu melibatkan terlalu banyak pihak. Ini penting untuk menjaga efisiensi sekaligus mengurangi potensi risiko,” ujarnya.
Pemerintah Kota Tarakan menilai digitalisasi menjadi kebutuhan dalam pengelolaan keuangan daerah, seiring tuntutan transparansi dan kecepatan pelayanan. Namun, implementasinya harus diikuti dengan standar operasional yang jelas.
“Semua harus diatur dengan SOP yang jelas, termasuk sistem pengamanannya. Ini yang harus kita siapkan dengan matang,” kata Khairul.
Sosialisasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas aparatur pengelola keuangan agar mampu mengoperasikan sistem digital secara optimal.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, jajaran perbankan daerah, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Tarakan. (*)








