TARAKAN, Headlinews.id – Setibanya jenazah pilot pesawat pengangkut BBM milik Pelita Air yang mengalami kecelakaan di Krayan, Kabupaten Nunukan, langsung dilakukan penyerahan dari SAR Tarakan kepada pihak Pelita Air di Apron Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Anang Busra, Tarakan, Jumat (20/2/2026) siang.
Kepulangan jenazah Captain Hendrik Ludwig Adam, setelah tuntas menyelesaikan tugas mengantarkan BBM dalam misi Satu Harga ke perbatasan, turut disertai ucapan duka dan terima kasih dari masyarakat Krayan.
Masyarakat adat Dayak Lundayeh Krayan Raya menyampaikan belasungkawa melalui karangan bunga yang mengiringi jenazah.
Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat hingga tuntasnya evakuasi korban.
“Sebagai SAR Mission Coordinator, mewakili Basarnas Republik Indonesia, saya mengapresiasi seluruh pihak yang bersama-sama melaksanakan kegiatan operasional di Long Bawan. Kemarin dan hari ini kita sudah menyaksikan penyerahan jenazah. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur yang terlibat,” ujarnya.
Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo, M.Sc., M.Si (Han), turut memberikan apresiasi dan memastikan dukungan penuh dari pihak Angkatan Udara untuk proses evakuasi.
“Alhamdulillah, kolaborasi dan koordinasi yang sangat baik dengan SAR Tarakan bersama personel kami berhasil membawa jenazah dari Long Bawan ke Tarakan,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan juga diberikan oleh pihak Bandara dan AirNav, yang menyediakan data akurat untuk koordinasi seluruh stakeholder, termasuk Pelita Air.
Marsma Andreas turut mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan personel TNI-Polri dalam evakuasi, meski medan yang ditempuh berbukit, licin, dan terjal sejauh 3–5 km dari bandara.
“Kita semua akan mendukung pelaksanaan investigasi KNKT. Butiran-butiran di lapangan di Long Bawan sudah siap untuk proses selanjutnya,” ujarnya.
Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Internasional Juwata Tarakan, Fahruddin Rahmat, mewakili Dirjen Perhubungan Udara dan Bandara Juwata, turut menyampaikan belasungkawa.
“Terjadinya kecelakaan pesawat Pelita yang mengakibatkan satu korban jiwa, pilotnya, menjadi duka mendalam bagi kami semua. Semoga peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujarnya. (saf)










