TARAKAN, Headlinews.id – Kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI bidang statistik ke Tarakan, Rabu (1/4/2026) membahas pelaksanaan regulasi serta berbagai permasalahan statistik di daerah. kunjungan ini juga diisi dengan diskusi bersama Pemerintah Kota.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menekankan data statistik menjadi dasar utama pengambilan kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Data itu sangat penting. Kalau datanya cepat dan akurat, perencanaan dan kebijakan bisa tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam diskusi, turut dibahas juga berbagai isu dan tantangan dalam pengelolaan data statistik. Tujuannya, untuk menghimpun masukan, pandangan dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan DPR RI dalam rencana revisi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
“Kecepatan penyajian data terbaru dan metode pengambilan sampel juga sangat penting, untuk memanfaatkan sumber data real-time. Data harus lebih akurat dan relevan dengan kondisi di lapangan,” tegas Politisi Partai Golkar itu.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., yang hadir bersama Wakil Wali Kota, Ibnu Saud Is memaparkan kondisi dan gambaran umum Kota Tarakan berbasis data statistik.
Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi DPR RI dan Pemkot Tarakan untuk bertukar pandangan dan memperkuat mekanisme penyediaan data statistik yang andal, khususnya untuk mendukung program pembangunan daerah.
Wali Kota menegaskan peran krusial data dalam merumuskan hingga mengeksekusi kebijakan, termasuk pentingnya penyajian data terbaru agar lebih efisien dan tepat sasaran.
“Makanya diperlukan kecepatan dalam penyajian data terbaru agar lebih efisien dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penyempitan sampling data dengan mengutamakan sumber data yang bersifat real-time guna meningkatkan akurasi dan relevansi kebijakan pembangunan.
“Kalau kita mengandalkan data lama atau sampel yang tidak representatif, kebijakan yang dibuat bisa meleset. Makanya kami fokus memperkuat sistem pengumpulan data, mulai dari sensus lokal hingga pelaporan instansi terkait,” tandasnya. (*/saf)







