TARAKAN, Headlinews.id – Pasokan Minyakita di Tarakan dipastikan dalam kondisi aman setelah tambahan stok tiba di gudang Perum Bulog setempat. Saat ini, cadangan mencapai 72.000 liter, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan ke depan.
Perum Bulog Kantor Cabang Tarakan memastikan ketersediaan stok Minyakita dalam kondisi melimpah pasca-Lebaran. Kepastian ini didapat setelah enam kontainer minyak goreng subsidi tersebut tiba di gudang Bulog, setelah sebelumnya sempat mengalami hambatan pengiriman dari Pulau Jawa.
Ketersediaan stok yang melimpah ini merupakan langkah antisipasi setelah sempat terjadi hambatan pengiriman akibat kepadatan di Pelabuhan Tanjung Perak sebelum masa Lebaran. Kondisi pelabuhan yang padat membuat jadwal kedatangan kapal pengangkut sempat mengalami keterlambatan.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Tarakan, Zamahsyari Afsolin, menjelaskan keterlambatan pasokan tersebut disebabkan tingginya arus logistik di pelabuhan menjelang Idulfitri, sehingga berdampak pada pergeseran jadwal pengiriman.
“Memang kemarin sempat ada kendala di pengiriman, tepatnya di Pelabuhan Tanjung Perak yang sangat padat menjelang Lebaran. Hal itu membuat jadwal kapal sedikit terhambat,” ujar Zamahsyari saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia mengatakan, keterlambatan tersebut sempat berdampak pada kekosongan stok sementara di gudang Bulog Tarakan sebelum masa libur berakhir. Namun, kondisi kini telah kembali normal seiring lancarnya arus pelayaran dan distribusi logistik.
“Alhamdulillah, selama libur Lebaran kami menerima enam kontainer di gudang untuk menambah stok. Persediaan sekarang sangat banyak untuk melayani permintaan masyarakat,” lanjutnya.
Kedatangan enam kontainer tersebut membawa total 72.000 liter Minyakita yang siap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kalimantan Utara. Berdasarkan perhitungan Bulog, rata-rata konsumsi minyak goreng di wilayah cakupan mencapai sekitar 30.000 liter per bulan.
“Stok saat ini 72.000 liter. Dengan kebutuhan sekitar 30.000 liter per bulan, kami pastikan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat selama dua bulan ke depan,” jelasnya.
Bulog segera mendistribusikan stok tersebut dengan prioritas pasar tradisional yang masuk dalam pemantauan SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok). Selain itu, penyaluran juga dilakukan melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai mitra resmi Bulog yang tersebar di berbagai kelurahan di Tarakan.
“Hampir di semua kelurahan di Tarakan ada mitra kerja kami. Jumlahnya lebih dari 100 mitra yang kami layani,” ungkapnya.
Zamahsyari menegaskan pihaknya telah menyusun rencana penambahan pasokan secara berkala untuk menjaga keberlanjutan stok agar tidak terjadi kekosongan di masa mendatang.
Ia menambahkan, upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan kantor pusat dan pihak ekspedisi guna memastikan kelancaran distribusi ke Tarakan.
“Koordinasi terus kami lakukan, baik dengan kantor pusat maupun ekspedisi, supaya distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya.
Dalam proses distribusi, Bulog menerapkan kebijakan pemerataan agar stok tidak menumpuk di satu titik. Setiap mitra atau toko tetap dibatasi jumlah pengambilannya meskipun memiliki kemampuan menyerap dalam jumlah besar.
“Misalnya ada toko yang sanggup menyerap banyak, tetap kami batasi, mungkin 10 hingga 20 dus, supaya toko lain juga mendapat bagian,” tegasnya.
Selain memenuhi kebutuhan di Tarakan, stok Minyakita juga dialokasikan untuk wilayah lain seperti Kabupaten Nunukan dan Bulungan yang masih bergantung pada distribusi dari gudang Bulog Tarakan. Untuk wilayah Bulungan dan Tanjung Selor, Bulog telah menyiapkan pengiriman sekitar dua kontainer, tahap pertama 20.000 liter dan tahap kedua pekan depan 21.000 liter.
“Target kami distribusi merata, sehingga masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga sesuai ketentuan pemerintah,” tutup Zamahsyari. (saf)










