TARAKAN, Headlinews.id – Tidak adanya laporan masuk ke call center menjadi kendala awal dalam penanganan kebakaran di kawasan Pantai Amal, Tarakan, Rabu (1/4/2026).
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Tarakan melalui Kepala Bidang PMK, Eko Supriyatnoko mengungkapkan informasi awal kebakaran baru diterima setelah peristiwa berlangsung.
Hasil pengecekan pada sistem Call Center 112 maupun nomor kontak Mako Damkar tidak menemukan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut.
“Informasi ini sangat lambat sekali kami terima di pemadam. Kami telusuri di Call Center 112 maupun call center di mako pemadam, tidak ada informasi yang masuk ke kami,” ujarnya.
Menurut Eko, kendala utama diduga bukan pada jaringan komunikasi, mengingat sinyal telepon seluler di lokasi kejadian terpantau stabil. Ia menilai sosialisasi mengenai nomor darurat kemungkinan belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat di wilayah tersebut.
Ia menduga kurangnya sosialisasi terkait nomor darurat menjadi salah satu faktor masyarakat belum memanfaatkan layanan tersebut.
“Barangkali informasi call center ini yang belum sampai ke masyarakat sekitar. Ini menjadi tantangan bagi kami ke depan untuk lebih memperkuat sosialisasi dan edukasi melalui teman-teman di kewilayahan,” jelasnya.
Dari sisi teknis, jaringan komunikasi di wilayah Pantai Amal dinilai cukup memadai. Hal ini menunjukkan kendala utama kemungkinan terletak pada belum meratanya pemahaman masyarakat terkait prosedur pelaporan darurat.
Keterlambatan laporan tersebut berdampak pada tidak optimalnya waktu tanggap (response time) dalam penanganan kebakaran. Dalam standar operasional, waktu tanggap ideal berada pada kisaran 15 menit sejak laporan diterima hingga petugas tiba di lokasi.
Selain faktor komunikasi, kendala lain yang dihadapi petugas di lapangan adalah akses menuju lokasi kejadian yang relatif sempit dan menyulitkan mobil pemadam kebakaran menjangkau titik api.
“Wilayah Amal ini tantangan tersendiri karena mako terdekat ada di Kampung 1, sementara akses ke lokasi juga cukup terbatas,” tambahnya.
Sebagai langkah evaluasi, pihaknya berencana mengusulkan penambahan pos pemadam kebakaran di wilayah Pantai Amal guna mempercepat respons penanganan jika terjadi kejadian serupa.
“Ke depannya kami akan sampaikan ke pimpinan untuk penambahan pos damkar di wilayah Amal,” tandas Eko. (saf)










