TANA TIDUNG, Headlinews.id – Operasi pencarian terhadap anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan jatuh dari speed boat di Sungai Sesayap, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Rabu (25/3/2026).
Korban diketahui bernama Firman (25), yang hingga akhir operasi belum berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Syahril melalui Kepala Seksi Operasi Dede Hariana menjelaskan, pencarian pada hari terakhir telah dilakukan secara maksimal di sekitar lokasi kejadian.
“Pencarian hari ketujuh tetap kami lakukan dengan penyisiran visual di area Sungai Sesayap, namun hasilnya masih nihil,” ujarnya.
Ia menyebut, keputusan penghentian operasi diambil setelah dilakukan koordinasi bersama keluarga korban yang menyatakan menerima kondisi tersebut.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak keluarga, operasi SAR diusulkan untuk dihentikan dan dinyatakan selesai,” katanya.
Operasi SAR kemudian ditutup secara resmi setelah seluruh unsur yang terlibat melaksanakan debriefing pada sore hari.
Insiden ini bermula pada Kamis (19/3/2026) saat korban yang merupakan ABK speed boat rute Tarakan–Tana Tidung dilaporkan terjatuh ke Sungai Sesayap sekitar pukul 16.35 WITA. Peristiwa terjadi ketika kapal melintasi arus sungai yang cukup kuat.
Laporan kejadian pertama kali diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Tidung dan langsung ditindaklanjuti oleh Kantor SAR Tarakan dengan mengerahkan tim pencarian.
Selama tujuh hari operasi, pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Tarakan, BPBD Tana Tidung, Brimob, Polairud Polres Tana Tidung, Pos AL Bebatu, serta masyarakat setempat.
“Seluruh unsur yang terlibat kami kembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dukungan dalam operasi ini,” ucapnya.
Meski operasi SAR telah dihentikan, pihak keluarga korban masih dapat melanjutkan upaya pencarian secara mandiri apabila diperlukan. (saf)







