TANA TIDUNG,Headlinews.id— Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Kalimantan Utara di Kabupaten Tana Tidung resmi dibuka melalui Entry Meeting pada Selasa (10/2/2026). Agenda ini menjadi langkah awal evaluasi tata kelola keuangan daerah.
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Tana Tidung dan dihadiri Bupati Ibrahim Ali, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, serta Tim BPK RI Perwakilan Kalimantan Utara.
Bupati Ibrahim Ali menekankan pentingnya kerja sama seluruh OPD dan kesiapan dokumen selama proses pemeriksaan. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi syarat utama agar pemeriksaan dapat berjalan lancar dan menyeluruh.
“Dalam entry meeting ini, saya tekankan kepada seluruh OPD untuk menyiapkan dokumen yang diminta dan memberikan informasi secara terbuka. Jangan ditunda, jangan setengah-setengah. Kita harus siapkan semuanya agar pemeriksaan berjalan lancar dan bisa kita gunakan sebagai bahan evaluasi,” ujar Ibrahim Ali.
Ia menambahkan, pemeriksaan BPK menjadi kesempatan untuk melihat langsung pengelolaan keuangan daerah dan menemukan hal-hal yang perlu diperbaiki.
“Kita bisa melihat apa yang berjalan baik dan apa yang harus diperbaiki, baik dari sisi prosedur, pencatatan, maupun koordinasi antar OPD. Kalau ada kendala, catat dan komunikasikan. Ini saat yang tepat untuk memperbaiki,” lanjutnya.
Bupati juga meminta jajaran OPD untuk proaktif dan responsif. Menurutnya, kesiapan dokumen dan kecepatan respon akan membantu BPK menilai transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
“Kalau semua siap, pemeriksaan ini akan berjalan lancar dan memberikan gambaran yang jelas tentang tata kelola keuangan kita. Tujuannya jelas: meningkatkan kinerja keuangan daerah dan memastikan penggunaan anggaran lebih efisien,” pungkas Ibrahim Ali.
Tim BPK RI Perwakilan Kalimantan Utara akan menelusuri berbagai aspek pengelolaan keuangan, termasuk pengeluaran rutin, pendapatan asli daerah, dan kepatuhan terhadap prosedur administrasi.
“Harapan kita, melalui Entry Meeting ini, proses pemeriksaan dapat berjalan lancar sekaligus evaluasi dan perbaikan sistem pengelolaan keuangan,” tegasnya. (*)










