TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya dalam mengembangkan event berbasis kearifan lokal sebagai strategi memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si., menghadiri kegiatan “Sosialisasi Penyelenggaraan Event Berbasis Kearifan Lokal” yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI di Hotel Luminor, Selasa (3/3).
Mewakili Gubernur Kaltara, Bustan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, daerah dituntut tetap menjaga jati diri budaya.
“Kearifan lokal bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi merupakan nilai hidup, norma, tradisi, seni serta pengetahuan yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat kita,” ujarnya.
Menurutnya, event berbasis kearifan lokal tidak boleh sekadar seremonial. Kegiatan ini harus menjadi ruang edukasi, pelestarian budaya, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui promosi seni pertunjukan, kuliner tradisional, kerajinan tangan hingga adat istiadat khas daerah.
Ia menambahkan, Pemprov Kaltara dapat belajar dari daerah lain seperti Yogyakarta dan Denpasar yang berhasil mengangkat budaya lokal menjadi daya tarik wisata berkelanjutan.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha, dan generasi muda,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., berharap penyelenggaraan event di Kaltara ke depan dirancang dengan perencanaan matang, berbasis data, dan tetap berakar pada identitas lokal.
Ia menyebut kekayaan budaya Bulungan, Tidung, Dayak, serta tradisi pesisir dan perbatasan sebagai aset besar yang dapat menjadi daya tarik wisata unggulan jika dikelola dengan baik.
“Tradisi pesisir, budaya sungai dan kearifan budaya perbatasan hingga ragam kuliner khas yang merupakan aset yang jika dikemas dengan baik dapat menjadi daya tarik wisata unggulan,” kata Rahmawati.
Melalui sosialisasi ini, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terlibat aktif agar event berbasis kearifan lokal mampu melestarikan budaya, meningkatkan kebanggaan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
Turut hadir dalam kegiatan ini Perwakilan Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata, Gana Noviardi, Kepala Dinas Pariwisata Kaltara, Dr. Njau Anau, S.Pd., M.Si., serta pelaku industri kreatif dan komunitas event di Kaltara. (*/dkisp)










