SAMARINDA, Headlinews.id– Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim) menaruh perhatian serius terhadap pemenuhan fasilitas dasar di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 58 Samarinda, khususnya terkait ketersediaan air bersih.
Upaya ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi seluruh peserta didik, meski kondisi geografis dan teknis di lokasi menimbulkan tantangan tersendiri.
Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak menjelaskan sekolah berada di wilayah yang memerlukan kajian teknis menyeluruh sejak awal perencanaan pembangunan.
“Kondisi di lokasi memang kompleks, sehingga berbagai alternatif penyediaan air sudah kami kaji, mulai dari sumur bor hingga sambungan PDAM, dan kami telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar solusi yang dipilih dapat berjalan efektif,” ujar Andi Muhammad Ishak.
Saat ini, distribusi air bersih di sekolah sementara dilakukan melalui mobil tangki PDAM, karena debit air dari sumber utama belum stabil, dan posisi tandon berada di sisi belakang bangunan.
Dinsos Kaltim juga menemukan jalur suplai alternatif yang lebih stabil, namun belum bisa digunakan karena melewati lahan milik masyarakat.
“Koordinasi terus dilakukan agar pasokan air dapat terpenuhi secara konsisten, sambil mempertimbangkan solusi jangka panjang yang layak secara teknis dan sosial,” tambahnua.
Selain memastikan ketersediaan air bersih, Dinsos Kaltim juga fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik lainnya. Kementerian Sosial telah menyiapkan anggaran untuk seragam, perlengkapan pendidikan, dan perangkat teknologi pendukung.
Semua kebutuhan ini akan segera didistribusikan agar siswa dapat memanfaatkannya secara optimal dalam proses belajar.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Jospol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yang bertujuan memperkuat layanan publik, meningkatkan infrastruktur, dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, terutama di sektor pendidikan.
Jospol menekankan sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan pihak swasta dalam memberikan fasilitas yang mendukung peningkatan kualitas hidup warga.
Andi Muhammad Ishak menekankan keberlanjutan program memerlukan koordinasi lintas instansi dan evaluasi rutin.
“Kami selalu memantau perkembangan di lapangan, menilai setiap alternatif teknis, dan melakukan penyesuaian bila diperlukan agar fasilitas pendidikan tetap layak dan dapat diakses oleh seluruh siswa,” jelasnya.
Upaya ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih sehat dan produktif. Dengan dukungan Jospol, sekolah-sekolah di Kaltim dapat lebih fokus pada proses belajar mengajar, sementara masalah infrastruktur dasar dan layanan publik dapat dikelola secara berkelanjutan. (adv/Diskominfo Kaltim)










