TANJUNG SELOR, Headlinews.id – TVRI Stasiun Kalimantan Utara mematangkan persiapan teknis pelaksanaan Symphony de Benuanta 2026.
Pengamanan, pengaturan lalu lintas, kantong parkir, hingga layanan kesehatan menjadi fokus utama untuk memastikan kegiatan dalam rangka HUT ke-5 TVRI Kaltara tersebut berjalan aman dan tertib.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala TVRI Stasiun Kalimantan Utara, Ari Jaya Wijaya, S.E., mengatakan koordinasi lintas instansi menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dan pelayanan bagi masyarakat dapat dipersiapkan secara optimal.
“Persiapan harus dilakukan secara matang, terutama menyangkut keamanan, kelancaran lalu lintas, parkir, dan layanan kesehatan. Kami ingin masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman, aman, dan tertib,” ujarnya.
Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penetapan teknis pelaksanaan kegiatan di Tanjung Selor, Jumat (16/10/2026). Symphony de Benuanta 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19–25 Oktober 2026 di Lapangan Agatish, Tanjung Selor.
Rapat melibatkan sejumlah instansi dan pihak terkait, di antaranya AKP Jaimin dari Polda Kalimantan Utara, Andi M. Ayub dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Bintoro Wibowo dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara, Andi Rajman dari Satpol PP Provinsi Kalimantan Utara, Karaca Patulak dari BKAD Provinsi Kalimantan Utara, serta penyedia jasa parkir CV Jasa Putra Rimba.
Ari menegaskan, koordinasi tersebut tidak hanya berfokus pada kelancaran acara, tetapi juga pada kenyamanan pengunjung selama kegiatan berlangsung.
Karena itu, setiap unsur terkait diharapkan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.
“Pengaturan di lapangan harus jelas. Mulai dari penempatan personel, pengelolaan parkir, penertiban pedagang, hingga kesiapan posko kesehatan dan ambulans. Semua harus terkoordinasi agar tidak menimbulkan kendala saat kegiatan berlangsung,” katanya.
Pengelolaan parkir menjadi salah satu perhatian utama panitia. Sejumlah titik parkir akan disiapkan dengan pemisahan kendaraan roda dua dan roda empat.
Informasi mengenai lokasi parkir juga akan disosialisasikan kepada masyarakat untuk mengurangi potensi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan.
Selain itu, panitia akan berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai pengaturan lalu lintas dan rute kegiatan Gowes serta Fun Run.
Penertiban pedagang kaki lima turut dibahas agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu akses pengunjung maupun kelancaran acara.
Dari sisi teknis produksi, kesiapan fasilitas pendukung seperti videotron, sistem suara, dan alat musik juga menjadi bagian dari pembahasan. Seluruh kebutuhan tersebut dipersiapkan untuk menunjang kualitas penyelenggaraan Symphony de Benuanta 2026.
Ari berharap, perayaan HUT ke-5 TVRI Kaltara melalui Symphony de Benuanta tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengapresiasi kreativitas dan budaya lokal serta mendorong aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami berharap Symphony de Benuanta 2026 menjadi momentum kebersamaan masyarakat Kalimantan Utara. Selain menghadirkan hiburan, kegiatan ini diharapkan memberi ruang bagi kreativitas lokal dan membantu menggerakkan UMKM,” tutupnya.(rn)







